![]() |
| Dok: usai Kegiatan (RAKER PHOTO BERSAMA) peserta Rapat Kerja |
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa
Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPADODE)
Kota Studi Surabaya, Masa Bakti
2026–2027
Rapat Kerja (RAKER)
ke-VIII IPMANAPADODE Kota Studi Surabaya merupakan momentum krusial bagi
keberlanjutan roda organisasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 07 Maret 2026, bertempat di Asrama Wisma Panas (WP) Surabaya. Dengan semangat kebersamaan,
RAKER kali ini berhasil merumuskan berbagai agenda strategis yang akan
dijalankan selama satu periode kepengurusan ke depan.
Seluruh rangkaian
acara dipandu oleh Saudari (Sane Manam) selaku Master of Ceremony (MC). Kegiatan dibuka dengan penuh khidmat
melalui doa bersama sebagai bentuk syukur, yang kemudian dilanjutkan dengan
menyanyikan lagu Mars IPMANAPADODE. Suasana penuh
semangat menyelimuti ruangan saat seluruh peserta menyanyikan mars tersebut
sebagai simbol persatuan mahasiswa dari empat kabupaten.
Dalam sambutan
pembukaannya, Willem Jinapa selaku Ketua Badan Pengurus Harian (BPH)
terpilih, menyampaikan apresiasi yang mendalam:
"Saya selaku Ketua BPH
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah
memberikan kontribusi nyata, mulai dari para senior, anggota tetap, hingga
seluruh rekan mahasiswa yang terlibat dalam menyukseskan acara ini. Perlu kita
sadari bahwa RAKER ini adalah titik awal dari seluruh kerja-kerja organisasi.
Saya mengajak kita semua untuk tetap menjaga kekompakan dan soliditas, karena
hal itulah yang akan menjadi kekuatan utama IPMANAPADODE Surabaya ke
depan."
Agenda utama RAKER
ke-VIII ini adalah pemaparan visi, misi, dan program kerja yang akan menjadi
panduan operasional organisasi IPMANAPAODE Surabaya 2026-2027.
Pemaparan diawali oleh
BPH yang terdiri dari:
·
Ketua: Willem Jinapa
·
Wakil
Ketua: Yuli Pigai
·
Sekretaris: Ope Edowai dan Nopi Yeimo
·
Bendahara: Dian dan Sane Manam
Setelah pemaparan dari BPH, masing-masing biro mempresentasikan
draf program kerja yang telah disusun untuk kemudian dibahas dan dipersentase bersama. Biro-biro tersebut meliputi:
- Biro Pendidikan: Melajitkan Menulis Buletin Kaboo (BK), diskusi dan
seminar (Nopi Yeimo, Yeri Pigai, Denny H).
- Biro Humas: Sebagai jembatan komunikasi internal dan eksternal
(Willem Jinapa, Yuli Pigai, Ope Edowai, Nopi Yeimo, Dian, Sane Manam).
- Biro Kerohanian: Mengelola kegiatan spiritual anggota (Bonapasius
Tatogo, Evikson Mote, Maria Tekege, Merry Kristin Tekege, Andi Andreas
A.M. Nawipa).
- Biro Seni & Budaya: Melestarikan identitas budaya daerah, seperti Bahasa
daerah, pentas budaya, dll. (Samuel
Pekey, Yulimina Pigome, Aser Kedepa, Mugi Bunai).
- Biro Multimedia: Mengelola dokumentasi dan publikasi digital (Dance
Yumai, Andi Andreas A.M. Nawipa, Migon Murib, Petrus Aim).
- Biro Kesehatan: Memperhatikan kesejahteraan fisik anggota (Maria
Petege, Debora Tebay, Maria Tekege, Yulita Youw, Ope Edowai).
- Biro Minat & Bakat: Mewadahi potensi kreatif anggota, (Agus Petege, Meklin Degei, Veronika
Mote).
Dalam sesi ketiga, forum melakukan musyawarah untuk menentukan
Ketua Koordinator Wilayah (KORWIL) dari empat kabupaten. Berdasarkan hasil
mufakat, telah terpilih figur-figur berikut:
- Pelex Iyai sebagai Ketua Korwil Kabupaten Nabire.
- Aser Kedepa sebagai Ketua Korwil Kabupaten Paniai.
- Agus Petege sebagai Ketua Korwil Kabupaten Dogiyai.
- Samuel Pekei sebagai Ketua Korwil Kabupaten Deiyai.
Pada momen ini, Mugi Bunai (Demisioner Ketua Korwil Paniai) memberikan
catatan penting bagi para penerus:
"Tugas mendesak bagi para
Korwil adalah memastikan koordinasi yang intensif dengan Pemerintah Daerah
masing-masing. Jaga kepercayaan anggota dan teruskan upaya pengadaan asrama
atau kontrakan dengan pengajuan proposal yang profesional kepada pemerintah
kabupaten."
Puncak dari kegiatan
ini adalah pembacaan Surat Keputusan (SK) tentang
Pengangkatan dan Penetapan Badan Pengurus serta Struktur Organisasi
IPMANAPADODE Surabaya masa bakti 2026-2027. Pembacaan dilakukan secara resmi di
hadapan forum oleh Dance Yumai, selaku senior
organisasi IPMANAPADODE Surabaya.
Setelah penetapan sah
secara hukum organisasi, dilakukan pemberian mandat kerja kepada setiap biro
oleh Nopi Yeimo (Wakil Sekretaris BPH) sebagai tanda
dimulainya tanggung jawab operasional masing-masing divisi.
Sebelum kegiatan berakhir, beberapa tokoh memberikan pesan
penutup yang sarat akan makna:
- Willem Jinapa (Ketua BPH): Menekankan kembali bahwa garis koordinasi harus
berjalan tegak lurus agar organisasi tidak kehilangan arah.
- Senior (Inisial AT): Menekankan pentingnya disiplin diri. Menurutnya,
karakter yang terbentuk melalui kedisiplinan dan rasa peduli adalah modal
utama dalam menjalankan program kerja.
- Mugi Bunai (BPH IPMANAPA
Se-Surabaya): Memberikan arahan ideologis
mengenai pentingnya persatuan mahasiswa Papua di Surabaya. Ia berpesan
agar sekat-sekat primodialisme atau "gengsi daerah" dihilangkan
demi menyatukan ide dan gagasan guna menyikapi persoalan yang terjadi di
tanah Papua, seperti isu perampasan tanah adat.
- Erikson Pakage (Junior): Mengharapkan agar Asrama Wisma Panas tidak hanya
dijadikan tempat tinggal fisik, melainkan menjadi laboratorium intelektual
melalui diskusi dan kegiatan belajar bersama.
Penutup, Seluruh rangkaian Rapat Kerja ke-VIII ini
ditutup dengan doa, dan yel yel IPMANAPADODE bersama dan makan Bersama. Kegiatan berakhir
secara resmi pada pukul 15:42 WIB.
deretan potret Dok terlampir berikut:






















































































































































































































