Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2026

Pemberian SK Surat Keputusan SK kepada Panitia Natal 2026/27

 

BPH menyerahkan SK Kpd Panitia Natal terpilih 2026/27

Dengan hati yang bersyukur dan semangat kebersamaan yang membara, kami seluruh jajaran IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA NABIRE, PANIAI, DOGIYAI, DEIYAI (IPMANAPADODE) KOTA STUDI SURABAYA. 


Telah dilaksanakan Pemberian Mandat Surat Keputusan (SK) Kerja Panitia Natal Kota Studi dan se-Jawa Bali periode 2026/2027. Ini bukan sekadar penunjukan tugas, melainkan sebuah amanah Tanggung jawab 

 

Dalam suasana yang khidmat dan penuh tanggung jawab, Wakil Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) IPMANAPADODE Surabaya, Saudara (Yuli Pigai) , beserta seluruh jajarannya, dengan bangga dan penuh kepercayaan, telah menyerahkan mandat kepemimpinan ini kepada Panitia Natal yang terpilih, yang diketuai oleh (Sdr Nopi Yeimo,) beserta seluruh jajarannya. Penunjukan Saudara Nopi Yeimo dan timnya didasari oleh rekam jejak dedikasi, kapasitas kepemimpinan, dan semangat pengabdian yang telah terbukti. Mereka kini secara resmi mengemban tugas mulia sebagai penanggung jawab utama atas seluruh persiapan dan pelaksanaan perayaan Natal IPMANAPADODE yang tidak hanya mencakup Kota Studi Surabaya, tetapi juga meluas hingga ke seluruh pelajar dan mahasiswa Papua dari empat kabupaten tersebut yang berada di wilayah Jawa dan Bali.

 


PEMBERIAN Surat Keputusan ini telah dilangsungkan secara terhormat di forum tertinggi rapat badan pengurus IPMANAPADODE. Setiap keputusan yang diambil merupakan hasil dari musyawarah mufakat, mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan kolektivitas yang menjadi pilar organisasi kita. Ini adalah bukti komitmen IPMANAPADODE dalam memastikan bahwa setiap kegiatan, terutama perayaan keagamaan yang sarat makna seperti Natal, dilaksanakan dengan integritas, profesionalisme, dan semangat kekeluargaan yang tinggi. Kami menaruh harapan besar bahwa di bawah kepemimpinan Saudari Nopi Yeimo dan timnya, Natal 2026/2027 akan menjadi perayaan yang berkesan, penuh sukacita, dan mampu memperkuat lagi tali persatuan kita, menginspirasi, serta menjadi sumber kekuatan bagi setiap anggota IPMANAPADODE di seluruh Jawa dan Bali terutama IPMANAPADODE Surabaya.

Pemberian Mandat Surat Keputusan (SK) Kerja Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.

 


IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA NABIRE, PANIAI, DOGIYAI, DEIYAI (IPMANAPADODE) KOTA STUDI SURABAYA berkumpul, menyatukan langkah dalam sebuah momentum penting: Pemberian Mandat Surat Keputusan (SK) Kerja Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.

Momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab kolektif kami sebagai representasi daerah di tanah rantau. IPMANAPADODE Surabaya adalah keburu Ilmu Pengetahuan, tempat bertumbuh, dan wadah aspirasi bagi para pelajar dan mahasiswa dari empat kabupaten yakni Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai organisasi ini selama bertahun-tahun telah membuktikan komitmen kami dalam mengawal pendidikan, menjaga persatuan, dan melestarikan budaya.

Dalam semangat melanjutkan tongkat estafet perjuangan, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) IPMANAPADODE Surabaya, Saudara Willem Jinap, beserta jajarannya, dengan penuh kepercayaan diri menyerahkan mandat kepada Panitia yang terpilih, yang diketuai oleh forum Rapat IPMANAPADODE Surabaya di Terima oleh  (Saudara Samuel Pekei, beserta seluruh jajarannya) . Penunjukan ini didasarkan pada rekam jejak yang teruji, integritas yang tak diragukan, serta visi yang sejalan dengan tujuan organisasi. Saudara Samuel Pekei dan timnya kini mengemban amanah sebagai penanggung jawab penuh atas seluruh rangkaian proses Melengkapi Struktur kepanitiaan  penerimaan mahasiswa baru hingga Tahap selesai nantinya. 


Penerima SK


PEMBERIAN Surat Keputusan ini dilangsungkan secara terhormat di forum tertinggi rapat badan pengurus IPMANAPADODE. 


Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti ruangan, mencerminkan keseriusan kami dalam mempersiapkan generasi penerus. Setiap kata yang terucap, setiap janji yang terikrarkan, adalah bukti komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi calon mahasiswa baru dari Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai. Kami percaya bahwa dengan sinergi dan kolaborasi yang solid, IPMANAPADODE Surabaya akan terus menjadi garda terdepan dalam memajukan pendidikan dan memajukan daerah tercinta. Mandat ini adalah awal dari sebuah perjalanan, sebuah ikhtiar untuk mencetak generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan tanah Papua.




Selasa, 06 September 2022

Perayaan Hari Hut Ipmanapadode Surabaya Yang Ke-16 Tahun Dan Di Lanjutkan Dengan Pembubaran Panitia Natal Kota Study Dan Natal Se-Jawa Dan Bali

 

(Foto pada saat HUT IPMANAPADODE Surabaya)

IPMANAPADODESBY.COM Perayaan HUT yang Ke-16 Tahun IPMANAPADODE SURABAYA dirayakan secara inisiatif Bandan Penggurus Harian (BPH) lalu disepakati dalam forum bersama anggotanya dan dirayakan secara simbolis, agar roda organisasi selalu hidup dalam kerja-kerja bagan struktur yang ada untuk menciptakan manusia siap kerja dilapangan.

HUT yang ke-16 Tahun di buka oleh BPH IPMANAPADODE SURABAYA Stepanus Ukago dan dilanjukan dengan doa yang dipimpin oleh saudara Tedy, lalu lanjut dengan pengenalan sejarah singkat IPMANAPADODE SBY yang di jelaskan oleh Ketua BPH Stepanus sekalian masuk dengan pemotongan kue Ulang Tahun yang diwakili senioritas, anggota dan katua-ketua korwil dari 4 (empat) kebupaten antara lain Nebire, paniai, Dogiyai dan Deiyai untuk merayakan bersama sebagai tanda kesatuan kita, lalu Selanjutnya masuk dengan pembubaran Panitia Natal sekaligus memberikan mandat dari ketua Panitia Natal Alfian Adii kepada Ketua BPH Stepanus Ukago sebagai tanda bukti bahwa Panitia Natal Tahun 2019/2020 telah habis lalu masuk dengan doa penutup yang dibawa oleh saudara Daniel Gobay.



Sejarah Singkat


Mahasiswa asal Papua sudah lama tersebar diberbagai penjuru Indonesia bahkan ke luar negeri. Mereka pergi tinggalkan pulau Papua, orang tua, sanak-saudara dan kampung halaman sejak puluhan tahun silam. Hanya karena bertekad untuk menuntut / mengenyam ilmu di tanah orang (tanah rantau). Baik di kota-kota besar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi maupun di Pulau lain di seantero Indonesia bahkan di luar negeri. Mereka (red, mahasiswa-mahasiswi) itu adalah orang-orang yang punya semangat dan niat yang besar dan tinggi untuk mengejar impian / cita-cita mereka yang telah mereka damba dan tanamkan didalam lubuk hati mereka masing-masing walaupun mereka berasal dari keluarga yang keadaan ekonominya sangat lemah atau kecukupan. Begitupun juga di kota paling timur Pulau Jawa ini. Surabaya yang sering dikenal dengan Kota Pahlawan ini, mahasiswa Papua sudah ada sejak tahun 1980-90an yang bermarkas di sebuah gubuk kecil yang beralamat di Jln Kalasan No. 10 Surabaya (kini, Asrama Mahasiswa Papua, Kamasan III Surabaya) yang sudah menjadi milik Pemerintah Propinsi Papua sejak tahun 1990-an, yang Gedung asramanya telah dibangun oleh Pemerintah Propinsi Papua, sekitar tahun 2005-2006 lalu.


Mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di Surabaya berasal dari latar belakang yang berbedah. Baik dari daerah pantai (Pesisir) maupun juga yang berasal dari daerah pegunungan Papua. Namun, di hati mereka adalah ‘kami SATU, Papua. Walaupun sebelumnya ada dua ikatan baik itu Papua Pesisir maupun Papua Gunung. Dengan kuata mahasiswa yang tidak lebih dari 20-an (tahun 1980-1990an). Kekompakan dan persatuan serta rasa persaudaraan mereka pun sangat terlihat “kental.” Kekompakkan tersebut berjalan mulus tanpa ada perbedaan antara Papua Pantai maupun Papua Gunung.


Seiring berjalannya sang waktu, jumlah mahasiswa Papua di Surabaya pun semakin banyak. Semoga harapan mahasiswa Papua dari Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai di Surabaya bertambah terus dari tahun ke tahun. Namun yang terpenting disini adalah tanamkan rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan diantara mahasiswa IPMANAPADODE Surabaya itu sendiri dan saudara-saudara kita dari Papua lain tanpa ada perbedaan dari gunung maupun pantai dimanapun kita berpijak.


Kembali ke senior-senior kita dahulu, mahasiswa Papua yang berasal dari Pegunungan Papua (Paniai dan Jayawijaya, saat itu) pada masa berikutnya (sekitar tahun 1997) membentuk sebuah Organisasi yang mengikat mereka dengan nama Ikatan Mahasiswa Pegunungan Papua (IMPP) Surabaya, yang struktur kepengurusan organisasinya tidak dipilih namun berjalan lancar karena RASA MEMILIKI akan ikatan itu sangat besar dan sudah tertanam dalam hati mereka. Rasa ke-Papua-an mereka tidak terlepas / pisah juga dari saudara-saudara Papua dari pesisir. Mereka selalu aktif dalam berbagai kegiatan, baik di kampus masing-masing, maupun didalam ikatan itu sendiri bahkan didalam kegiatan-kegiatan Papua umumnya bersama saudara-saudara dari Papua lainnya, yang adalah SATU, Papua itu sendiri.


Salah satu kebanggaan bagi kita dari senior-senior IMPP di masa lalu adalah dengan semangat, usaha, kerja keras dan motifasi yang tinggi, mereka telah sukses menyelenggarakan kegiatan Natal Seminar dan Tahun baru Keluarga Besar Mahasiswa Papua yang pertama kali di Surabaya yang pesertanya berasal dari Mahasiswa Papua yang ada di Se-Jawa dan Bali ini pada tahun 1997/1998. Kegiatan itu pun diselenggarakan atas inisiatif senior-senior IMPP dengan menghimpun mahasiswa Papua lain yang sedang study di Kota Pahlawan, Surabaya saat itu. Abang – abang senior kita saat itu diantaranya Frans Pigome [di PTFI Mc Moran Amerika], dr. Alloisius Giyai [Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua] dan beberapa senior Mee lain bersama rekan-rekan mereka dari Jayawijaya dan Papua lain. Selanjutnya, karena Pemekaran Kabupaten, IMPP itu sempat bubar dengan alasan pada strategi dan taktik dalam kemudahan pengurusan administrasi dan kebutuhan Ikatan ke pihak pemerintah daerah masing-masing dari kedua kabupaten, walaupun bantuan-bantuan dari Pemerintah Daerah [Pemda] tidak ada sama sekali saat itu. Dengan demikian, pada tahun 1998, mahasiswa asal suku Mee dan Wate kembali memberi nama baru ikatan dengan Nama “Ikatan Mahasiswa Paniai [IKMAPAN]” yang anggotanya terdiri dari mahasiswa asal Suku Mee, Wate yang berasal dari Nabire dan Suku lain yang orang tuanya berdomisili di Nabire karena Nabire saat itu masih termasuk dalam Kabupaten Paniai, cuma Ibukota Kabupaten Paniai yang di Nabire [Kabupaten DATI II Paniai, Ibukota Nabire]. Saat itu pun Badan Pengurus Ikatannya masih belum jelas, namun mereka jalankan kegiatan ikatan itu dalam kebersamaan dan kekompakkan yang begitu kuat, mereka jalankan kegiatan bersama pula tanpa perintah hanya karena Rasa Memiliki akan Ikatan itu lebih besar.

Popular Posts

Recent Posts