Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Januari 2024

Pulang Dalam Bayang-Bayang Rindu


 

                                                    (Doc. canva edit by. Yogie)


Oleh: Yogie


Sa pu rindu pada lembah, walapun hanya sisipkan bayang-bayang yang tra kunjung tiba. Hilang terbawah waktu yang bisa dihitung dengan kedua tangan. Bukan soal lamanya pergi, bukan juga lamanya pulang. Jika tong pulang, tong akan jumpa pada lembah, danau, laut, pegunugan dan pohon-pohon serta batu-batu sungai. “ mengaung, pada bait lirik-lirik sebuah lagu”.


Hening. Trada suara apapun, kecuali nada-nada pada syair lagu yang sedang mengaung. Sambil menikmati syair-syairnya, lepas juga cerita panjang samping pohon tua, di kota yang kala itu dibombardir penjajah, lebihnya pulau bekas belanda. Kira-kira puluhan tahun lalu. Sudah satu abad merdeka, tapi rasanya baru seumur jagung. Belum dewasa, kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. kenyatannya omong-kosong.


Sambil kunya makan murah, nutrisinya rendah serendah negara ini. Sa mendengar dengan hati sendu meskipun tra paham syair-syairnya. Setelah amati dengan jernih, nada-nada pada alunan lagu itu. Sa mendekat dan bertanya tentang diksi yang bergemuruh pada gelap itu, mungkin syair-syairnya. tong dua, tukar bicara dalam lamunan yang membius pada segala mata arah. Kemudian, de jelaskan sedikit soal arti dari lagu tersebut.


De adalah sa pu kawan, de pu nama musa. Itu nama panggilannya yang selalu di gaungkan di seanteoro kota. Nama aslinya, sa juga tra begitu tau. Tong dua mula-mula hanya bersantai di bawah pohon tua, sembari bicang-bicang soal keresahan-keresahan pada hati. Pada dunia, lebih-lebih pada penguasa, karena dong pu kebijakan, tong jadi tumbal atas dong pu kepentingan.


Sa pu kawan musa ne, tong baru ketemu satu tahun lalu. “De bilang, sa datang dan harus pulang ada isi, kalau sa pu isi plus nol dalam kerangka sumsum kepala nanti dong bisa isi sa dalam karung”.


Sa penasaran, kapan de pulang? de su berapa lama di kota ini!


“Musa, ko terakhir kali pulang kapan?” sa tanya de. de tra kasih jawaban. Sa alikan pembicaran, alih-alih fokus pada gelombang senar gitar pada syair lagu yang de putar di hp (hendphone).


Tra lama kemudian, musa de lepas suara yang ringan. “sa kesini sejak smp, kawan. Sa kesini enam tahun lalu. katanya”. Sa diam, tra respon de pu jawaban. Sa diam, pura-pura dengar lagu yang de ada putar itu.

Musa, lagu ini menggambarkan kalau, pulang dalam bayang-bayang rindu. “Sa tanya de.” De diam, tong dua hanyut dalam lagu. sampe-sampe de lupa kas buang suara balik.


Lagu yang de putar itu, memang bahasa hubula, hubula adalah salah satu suku di pengunungan jayawijaya. Singkatnya, suku hubula dong tersebar sekitar lembah baliem (wamena), disana ada salah satu tumbuhan bunga itu unik, banyak orang pada tertarik, de biasa tumbuh setiap bulan Mei. Suku hubula dong biasa sebut tumbuhan bunga owasi-owasika.


Jayawijaya itu berbatasan dengan Nduga. Nduga, itu de pu ibuku kota kenyam. sekarang jantung kenyam itu mati, sama halnya dengan yahukimo dan beberapa kota di pengunugan Papua. seperti kota wuhan di china awal mula muncul virus corona, tapi ne lebih brutal. dorang pemilik dusun dong mengungsi ke hutan. Nduga yang ada hanya militer endonesia, dong ada tersebar operasi siaga siap tempur. Operasi terus-menerus, miliyaran dong garap. Dong tipu pusat, dong sendiri baku tipu.


Malam itu, hanya ada angin. Trada suara-suara lain, barangkali yang lain libur. Sa kembali dengan mengajukan pertanyaan semula.


Musa ko kapan pulang?

“Tratau! Tratau! Sa tratau. banyak yang sa harus belajar di sini”. de jawab dengan nada suara yang membentak.


Kemudian musa menyambung dengan kalimat sederhana, “kenapa orang-orang dong pulang jika liburan kuliah itu tiba. Padahal dong bisa manfaatkan waktu liburan untuk hal-hal yang bisa memajukan dong punya pikiran, kerampilan, bahkan dong bisa kursus, tentang bahasa, mesin, listrik, itu dong bisa lakukan untuk menambah dong pu skill”. 


Ko ambil gorang sudah, tinggal satu saja itu. “saya membentak dia”.

“Iyo, tong belah dua sudah! Trada yang nanti datang bawah ko makan, tong makan saja senin-kamis, nanti lambung pegang baru”. Musa de jawab dengan menampilkan de pu gigi, kemudian tong kembali terbeak-beak”.


Malam hilang terlalu panjang juga lama muncul petang. Serasa, mentari malu kembali untuk mendukung segala yang bernafas bangun. Bangun dari tidur yang kepanjangan, berlarut-berlarut, tak peka, hura-hura.


Tong hentikan, semua soal keresahan-keresahan yang menjadi topik seperkata-kata. Kemudian, dengan suara yang tegas. Sa bentak de, “musa ko putar lagu yang tadi, kas ulang kah?”.


Musa setuju. Tong kembali, condongkan telingga. Hening, hanya ada suara music. soalah-olah semesta mendukung. tong menghilang dalam suasana yang teduh. Dalam setiap bait, pilihan kata. Syair-syair yang hidup, menghidupi imaji-imaji yang terkubur. Gebyar-gebyar memberi ketenangan yang panjang.


 Dalam pusaran hidup yang deras, tong melibatkan genangannya untuk berusaha menemukan butiran-butiran yang terkubur dalam sangkar derita. Soal kamatian yang membumin, pembunuhan itu gratis, mesin-mesin dikerakan mencari segala yang bernapas.


Itulah, tong kemari untuk terbentur, menjadi manusia merdeka. Merdeka secara berfikir, tindakan, untuk menciptakan kebebasan yang hakiki. Menghentikan, kekuasahan-kekuasahan dari manusia lain terhadap manusia, serta praktek-praktek menindas segala yang bernapas.


Sedangkan, nada-nadanya membawah harapan-harapan baru. Tra hanya itu, suasana dalam endapan trada bunyi-bunyian, meredahkan kepala dan men-isyaratkan kalau segala sesuatu akan berlalu. Segala penindasan, pembunuhan, pemerkosaan, penculikan dan segala teror-meneror pada psikologi dan segala persoalan kejahatan kemanusiaan.


Tong akhiri, malam itu. Malam hitam yang di takuti manusia. Apa yang salah dengan hitam? seolah-olah manusia mengibiri malam yang hitam adalah malaikat pencabut nyawa. Padahal, malam maupun siang musibah berlalu-lalang. Musibah itu di buat manusia dan pelakunya adalah manuasia. Temukan jawabanya pada praktek-prakte manusia lain menindas manusia lain di seantero dunia.


Mentari telah kembali, bunyian-bunyian telah hidup. tong akhiri, pada petang yang membawah harapan-harapan baru. Tong akhiri dengan kata, “Pulang dalam bayang-bayang rindu”.




Selasa, 04 Oktober 2022

Sabtu, 01 Oktober 2022

Kata – Kata Perpisahan Dua Orang Sahabat

(Foto Penulis)

Ditulis oleh: Daniel Gobay

IPMANAPADODESBY.COM- Percakapan merupakan sebuah kata-kata/kalimat yang keluar dari mulut seseorang untuk menyampaikan maksud dan tujuan tertentu. Maka dari itu pada kesempatan ini saya akan mencoba merangkum tulisan berupa Cerpen (cerita pendek) dari dua orang sahabat yang bernama AL dan EL.

Persahabatan AL dan EL telah terjalin sejak kecil dan hidup berdampingan selayaknya adik dan kaka (brothers).Masing-masing diantara mereka telah memiliki keluarga kecil(istri dan anak). Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, mereka selalu merampok barang (uang, emas dan lainnya) dari orang-orang kaya yang lewat di sekitarnya. Mereka juga memiliki kepercayaan/keyakinan dan ideologi yang sama dalam menjalani kehidupan sehari mereka.

Singkat ceritanya pada suatu hari dimana AL dan EL merampok di tempat yang sangat jauh, yang memiliki ras/kultur, kerpercayaan dan ideologi yang berbeda. AL dan EL berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan, namun keyakinan AL sempat tergoyakan dengan kalimat salah satu korban perampokan. Kalimat yang disampaikan oleh salah satu korban perampokan itu selalu menghantui dan menjadi beban pikiran bagi AL, yang semakin lama membuat ingin berdualisme terhadap kepercayaannya. Dan Pada saat itu sahabatnya EL merasa bahwa AL telah beruba dan tidak satu arah hidup dengannya.

Pada suatu hari AL mendatangi EL dan bercakap layaknya seorang sahabat dan saudara ditengah keragu-raguan hidup. Dimana Al ingin mengajaknya merampok di tempat yang pernah mereka rampok. Namun EL menolak ajakan tersebut, karena EL merasa sudah tidak sejalan dengan AL. Kata – kata perpisahan 2 orang sahabat;


AL    : "perasaan saya mengatakan jika kamu tidak ikut dengan saya, saya tidak akan pernah 

          melihatkamu lagi."

EL    : ''saya tidak terlalu yakin tentang itu.''

AL    : ''saya juga tidak tau, kenapa harus mengatakannya.''

EL    :'' apa maksudmu, kamu tidak tau.''

AL    : ''jika mungkin saya akan bertemu kamu di Surga, apa kamu tidak mengatakan itu.''

EL    : ''jika ada yang pantas masuk Surga, itu adalah kamu.''

AL    : ''jaga keluargaku dan jaga keluargamu, saya menyayangi kamu saudara.''

EL    : ''saya menyayangimu juga Al.''

Bisa dilihat dari percakapan diatas bahwa AL dan EL adalah dua sahabat yang saling menyayangi namun, karena sudah tidak sejalan dalam hal keyakinan dan ideologi maka mereka harus berpisah. Perpisahan ini merupakan ucapan selamat tinggal dari AL kepada sahabat dan saudaranya EL, Sioo ahh sakit demii.


Ceita Fiksi

Penulis Adalah Mahasiswa Papua di Surabaya

Jumat, 16 September 2022

Maria Bunga Kota Dingin

 

                                                                

(Foto Penulis)

        Di suatu  kota hiduplah Magapai tumbuh dari keluarga yang sederhana, hidup dan dibesarkan dalam kehangatan seorang mama. Magapai telah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) kini akan melanjutkan perguruan tinggi.Karena situasi covid-19  juga persoalan Papua yang memanas membuat Magapai mengambil keputusan untuk melanjutkan kuliahnya di Jayapura. Sebelum satu hari berangkat dia dibekali uang untuk masuk kuliah juga nasehat dari orangtuanya ,waktu terus berlalu tanpa disadari hari keberangkatan sudah tiba.Orangtuanya memberi salam berpisah, tanpa pikir panjang Magapai bergegas berangkat ke Jayapura menggunakan kapal  laut. 


    Sampai di Jayapura Magapai dijemput kakaknya mereka bergegas pulang ke asrama Nabire padang bulan abepura.Besoknya tanpa pikir panjang Magapai mendaftarkan dirinya di Universitas Sains danTeknologi Jayapura (USTJ).Seiring berjalannya waktu Magapai mulai mengenal kawan-kawan baru dikampus,Magapai juga sering ikut dengan teman-temannya ke  tempat tinggal mereka.Sampai suatu hari Magapai dalam perjalanan pulang ke tempat tinggalnya bertemu teman lamanya  Ata, terjadi percakapan diantara mereka: 

Magapai ''Selamat sore Ata,’’ tegur magapai sambil menggerakkan tangannya beri salam.

Ata ''eee yuma ko bisa disini tuu.’’

Magapai '' iyoo z habis kerja tugas dari teman pu asrama nii bru mo balik ke asrama nii,’’

(sambil menggerakkan tangan beri salam pada temannya Ata yang duduk disebelah Ata).

Magapai : '' iyoo sudah Ata z pulang dulu.

Ata : ''iyoo sudah daa Yuma.''

Sewaktu dalam perjalanan pulang Magapai penasaran dengan perempuan yang tadi duduk disebelah Ata. Magapai menanyakan kepada temannya yang kebetulan bersamanya.

Magapai : ''Eko ko kenal perem yang tadi tuu ka yang duduk sebelah Ata tu.’'

Eko : '' ohh itu z pu teman kami satu SMA.''

Magapai : '' Adoh kawan z suka dia demi z boleh minta dia pu nomor hp ka !.''

Eko : ''ahh sip kawan tapi sabar dulu eee z bilang de supaya de juga tau kalau ko ada minta nomor untuk kenal de lebih dalam.’’

Magapai : ''ahh siap kawan z tunggu dia pu jawaban.''

        Malam yang sunyi dihampiri angin malam yang menghembus dari berbagai arah seakan-akan menjadi informen bahwa Magapai akan mendapatkan nomornya dan mengenal lebih dalam hingga menjadi pacarnya hahahah.Malam yang terasa panjang membuat Magapai tidak tenang ,hari berganti  hari kian berlalu Magapai semakin fokus dan menghabiskan banyak waktu di kampus, asrama hingga organisasi.Disaat magapai lagi santai atau menyendiri selalu terbayang wajah  wanita kemarin masih membekas di hatinya.Tanpa pikir panjang Magapai langsung telpon temannya  Eko untuk menanyakan informasi mengenai  wanita yang membuat hatinya bergetar. 

Magapai : ''Halo Eko.''

Eko : '' weee kawan bagaimana.''?

Magapai : ''bahhh wan ko pu teman SMA tuu gimana.''?

Eko : '' ohh syg kawan de pu nomor ini ,de bilang suu punya pacar jadi kalau komunikasi sebatas teman saja.''

        Dengar jawabannya sempat membuat hati Magapai resah dan putus asa.Tapi itu bukan ujung dari perjuangan wanita idamannya.Magapai sudah terlanjur hanyut dalam rasa suka yang mendalam hingga hampir terjebak dalam cinta.Sepanjang malam Magapai selalu membayangkan akan kecantikan wanita itu bodinya yang pas-pasan senyumnya yang manis membuat magapai tidak berhenti dalam hangatnya mimpi untuk memilikinya.Dibawah sorenya langit Jayapura Magapai beranikan dirinya untuk komunikasi pertama dengan wanita idamannya. 

Magapai : ''Halo selamat  sore, saya yang sempat ada minta ko pu nomor lewat teman Eko (untuk sms gadis itu).

Maria : ''Ohh iyaa wan.''Jawab gadis itu.

Eko : ''Perkenalkan  z pu magapai.''

Maria : ''Ohh iyaa wan (sekali lagi jawab gadis itu).

Magapai : ''Klo boleh tahu ko pu nama siapa ee wan?'' (Tanya Magapai, diikuti dengan rasa cemas,takut hingga dibanjiri keringat hehehe).

Maria : ''Wan z pu nama Maria.''

Magapai : ''Ohh iyaa ko asal dari manakah klo boleh tahu?''

Maria : ''z asal dari wamena.''

        Keseringan chat diWhatsApp membuat magapai percaya bahwa sesungguhnya Maria ialah wanita yang tenang dan baik.Hari berganti hari banyak kesibukan kampus maupun luar kampus yang membuat Magapai menghabiskan waktu.Chat Maria jika lagi santai dan diwaktu yang pas.Dibawah langit holandia yakni Jayapura Magapai menaruh harapan yang besar bahwa suatu saat Maria akan menjadi miliknya, karena bagi Magapai Maria ialah sosok wanita kedua yang telah berhasil membuat nyaman hatinya setelah mamanya.Setiap kali Magapai bertemu dengan Maria hati magapai selalu berdebar Magapai ingin mengungkapkan perasaannya namun selalu diwaktu yang tidak cocok.Magapai sudah benar-benar hanyut dalam arus cinta yang tak terkendalikan,kini komunikasi mereka lewat media sosial tidak seindah  dulu lagi, Magapai sering chat melalui medsos namun tidak pernah dibalas.Hal ini membawa perasaan curiga,lapis khawatir yang muncul dihatinya hingga menimbulkan pertanyaan,kenapa Maria suu tramau balas z pu chat.''?  Banyak pertanyaan yang terlintas di pikirannya semenjak Maria jarang balas chatnya di WhatsApp .Chat demi chat dikirim oleh Magapai untuk Maria namun tidak pernah dibalas hanya dilihat,dibaca dan dibiarkan. Telpon juga tapi tidak pernah diangkat, berbagai cara dilakukan untuk memastikan keberadaan Maria hingga kini Magapai harus menanyakan Maria lewat teman terdekatnya Ata.

Magapai : ''halo Ata.''

Ata : ''juga yuma.''

Magapai : '' Ata Maria de di asrama baik-baik saja ka.''?

Ata : ''Ihh Yuma ko tra tanya dia langsung bru.''?

Magapai : ''Ata Maria de suu tra balas z pu chat di WA alee.''

Ata : ''Mungkin de lagi malas.''

        Jawaban Ata membuat Magapai pikiran dan sakit hati,tapi itu tidak patahkan semangatnya untuk mencari tahu keberadaan Maria dan alasan kenapa Maria tidak mau balas chatnya.Dibawah teriknya matahari menyinari bumi west Papua Magapai pulang dari kampus dan lagi terbaring ditempat tidurnya di asrama.Mendengar ada suara motor yang masuk melalui jalur samping asrama.

(Halo selamat siang.''Teriak keras dari luar)

Magapai : ''halo weee Daga ko dari mana.''?

Daga : ''kawan z dari rumah nii. Bahh kawan ko lagi pikir sesuatu ka?'' (temannya Daga mengetahui Magapai dari ekspresi wajah).

Magapai : ''Adoh demi kawan seperti begitu sudah.''

        Setelah Magapai ceritakan semuanya kepada temannya, Dagapun ingin membantu Magapai, kebetulan pacarnya Daga seasrama dengan Maria.Magapai yang putus asa kini mulai sedikit bahagia.Waktu terus berlalu angin malam memboncengi sedikit hujan membawa dingin dari alam, menusuk hingga ke dalam tubuh.Dihari itu di depan asrama yang bangunannya sudah tidak layak dihuni Magapai mendapat telepon dari temannya Daga.

Daga : "Halo  yuma.'' (Sapa Daga).

Magapai : ''Halo Daga.''

Daga : ''Yuma z mau kastau Maria pu jawaban nii.''

Magapai : ''Apa Daga Maria bilang apa,'' (dengan wajah yang penuh harapan akan jawaban).

Daga : ''Z pu pacar suu bilang sama Maria kenapa ko suu tra pernah balas Magapai pu chat,bru Maria balas, kami dua sering chat di WA tapi sekarang z su malas, karna de biasa minum, tidak kuliah baik, tempat tinggal saja tidak jelas.'' (Tutur Daga Sore itu).

        Mendengar jawabannya membuat Magapai pata hati,sedih lapis putus asa,Magapai hanya pikir dalam hatinya bahwa ''ohhh benar z nii tra pu motor,yang bisa ajak de jalan-jalan jadi de tra mau z, z lupa klo z nii punya keluarga ekonomi yang lemah jadi pantas klo de tra mau z, aduhh demi z  lupa klo  z mau makan di tanah rantau saja susah apalagi mau belikan de pu kesukaan sangat tidak mungkin,jadi pantas Maria tra mau z. Ini menjadi pelajaran kalau wanita yang kita suka dan cinta tak harus dimiliki pikir Magapai sambil menundukan kepala.''

Kamis, 08 September 2022

JAVAN DAN LITA

(Foto Ilustrasi Senja)

Lita : "Sayang, apapun yang terjadi z tetap  cinta ko." (Tutur Lita, sore itu disamping kiri auditorium Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ).)

(Javan mulai menaikan tangannya menghapus air mata Lita yang mulai berjatuhan membasahi tanah pertumpahan darah).

Javan : ''Sayang z juga demikian." (Sambil  menghapus air mata Lita.Sunset, mulai  membawa matahari, hingga gelapkan  langit  Papua negri pertumpahan darah, gelap mulai menghampiri mereka).

Lita : ''sayang suu mulai malam nii, z pulang  dulu  ee, Kami puu asrama pintu tutup jam delapan malam jadi."

Javan : '' ohh  sayang  benar, jalan  suu z  juga  sekalian  mau pulang  ke Asrama Nabire jadi."

    Mereka lekas pergi tinggalkan  kampus  hijau  itu, perbincangan singkat  tadi  masih  terbayang di benak Javan.Hingga sesampai di asrama,Javan mulai  berjanji  bahwa  akan  setia  sama  Lita, gadis yang  sempat  menggetarkan hatinya.Waktu  terus  berlalu,berhubungan  Lita  dan Javan sekampus, mereka sering ketemu  dikampus.Namun, karena kesibukan  kampus  dan lainnya mereka jarang  untuk  berbicara lama apalagi jalan berduaan. Setiap pagi Javan bersedia jalan kaki  melintasi  2,2km jaraknya untuk sampai  di  kampus  guna menyelesaikan  kewajibannya  sebagai Mahasiswa.Selain itu juga,Javan sering  luangkan  waktu  tigapuluh menit  hingga  satu  jam  untuk  menunggu Lita,yaa syukur-syukur kalau  Lita ke kampus kalau tidak yaa tahan  rasa  rindu  yang makin hari makin membara  dan resahkan hati. Mereka  sering  kasih kabar hanya lewat media sosial dan sering  jalan  kalau ada  kesempatan.Tapi itu tidak menjadi  hambatan bagi Javan, untuk gadis yang didambahkannya.Waktu  terus berlalu,tidak terasa empat tahun berlalu  kini  Lita telah wisuda.

Javan : "Sayang, cinta,  hormat ahh demi, selamat  eee atas wisudanya tetap jadi Lita yang  z kenal,tetap andalkan Tuhan  dalam segala hal,ingat sayang jadi orang yang  berguna bagi Tuhan, orang tua, dan orang lain." (Tutur Javan sambil menggenggam tangannya sambil berikan bunga dan pelukan dengan penuh kehangatan).

Lita : ''Say  makasih eee." (jawab Lita sambil  menangis  dan memeluk Javan, lelaki  yang  berhasil merebut hatinya.

    Hari  berganti  hari, musim  berganti  musim,  tapi tidak merubah perasaan Lita dan Javan, mereka hidup dengan  kasih, sayang, cinta dan saling percaya  antara mereka.

Javan : ''Sayang  tong  suu jalani  hubungan lama nii, z mau kasih kenal ko deng z pu ortu nii, gimana."?

Lita : ''Bisa sayang,kapan."?

Javan : ''Sayang liburan nii nanti tong  jalan ke z puu ortu di kampung."

Lita  ''Ok sayang."

    Desember  telah  tiba  Javan dan  Lita  berangkat menggunakan kapal laut. sesampai di kampung Javan mulai  kenalkan Lita dengan orangtuanya:

Javan : '' mama  selamat  sore." (tegur  Javan sambil mengetok pintu).

Mama : ''Javan ko suu tiba." (sambil menangis karena rindu untuk anaknya,  sudah  terbalas dengan kedatangannya).

Javan : '' Mama kenalkan ini z pu pacar."

Mama : '' halo anak mari masuk, anak punya  nama  siapa."?

Lita : ''mama anak punya nama Lita."

    Lita  dan  Javan  habiskan  libur  panjang  bersama  orangtuannya  di kampung dan  kini  mereka  harus  kembali  ke Jayapura,  kota  dimana  mereka  mengukir  banyak  kisa di sana.

    Sesampai di Jayapura, karena desakan  dari  kampus untuk Javan harus selesai  kuliah dalam waktu dekat, Javan  mulai  fokus kuliahnya.Karena banyak tugas  yang harus diselesaikan Javanpun jarang  kasih kabar untuk kekasihnya Lita. Dibawah rembulan malam kota Jayapura, Javan menelpon Lita namun, nomornya  tidak aktif. Berbagai cara  melalui  media sosial dilakukan untuk mengetahui  keberadaan Lita namun tidak ada  reaksi yang  memuaskan.Besoknya Javan pergi  ke tempat tinggal Lita namun, Lita  tidak  ada. Javan  pikiran, hingga  tidak  tidur  semalam karena memikirkan Lita. Waktu  terus berlalu, telah  tiba  harinya  dimana  Javan  menggunakan  toga.Banyak  selamat  diucapkan oleh keluarganya  juga  kawan-kawannya  untuk  wisudanya.Berhubungan dengan orangtuanya yang tidak bisa hadir karena  sudah tua tidak  bisa  jalan jahu.Javan  sangat mengharapkan kedatangan Lita, Javan coba menelpon Lita namun, nomornya tidak aktif.

Javan : "Sayang  z  wisuda hari ini." (sms Javan untuk Lita. Namun,  tidak  ada jawaban  dari  Lita). "Tuhan  jaga  Lita  diwaktu z tidak  bersamanya." (pikir  Javan  sambil  menundukan  kepala).

Bast : ''Halo kaka Javan selamat  malam, mobil  fortuner  putih, kayanya  mobil  pejabat  begitu  berhenti  depan  Asrama sini  baru  dia bilang surat ini tolong kasih  kaka Javan."

Javan : ''ohhh makasih dik Bast, dik yang kasih  z  surat  itu  perempuan ka  laki-laki."?

Bast : ''perempuan kaka, kayanya  kaka punya  pacar  klo tidak salah."

Javan  membuka  surat  itu dan membacanya :

''Javan  mohon maaf sebelumnya, terimakasih  sudah  ada untuk  z selama 6 tahun. Awalnya  z pikir  ko datang hanya  ingin lampiaskan nafsu dan hilang.  Namun, z pu feeling salah, ko sudah  ajarkan  z supaya lebih dewasa dalam  menilai sesuatu, banyak suka dan duka  kita telah lewati bersama, di cela-cela itu  apa  yang jadi z pu kekurangan ko  lengkapi dan ko pu kekurangan z lengkapi. Secara tidak  sadar, ko sudah ajarkan z untuk menjadi  perempuan  dewasa. Javan  z minta  maaf  z  tidak bisa  lanjutkan hubungan lagi deng ko, z pu ortu dong  marah  z, dong tra  setuju kalo kita menikah, z  pu ortu dong  su jodohkan z deng  orang  lain. Maaf  javan, maaf demi.


Javan  hari ini  ko  wisuda to, selamat  eee, maaf  z tra bisa datang di ko pu  acara wisuda. ohh benar z hampir lupa besok datang  eee di z pu hari  pernikahan, surat  undangan z ada lampirkan di belakang. Nanti kalau pulang kampung salam  mama  eee, bilang  dari  teman  perempuan."

    Membaca  surat  tersebut  Javan  patah  hati  dan  sangat  sedih. Semacam kapas  yang  terbang  dibawah angin, mulai hari itu Javan  tidak punya arah langkah  yang  baik seperti sebelumnya.


    Lewat  beberapa bulan Javan ditemukan  dalam  keadaan tak bernyawa, didepan  sebuah ruko di daeah Padang Bulan Abepura Jayapura. Banyak  botol  minuman  berserahkan di sekitar mayat  Javan saat polisi datang ke tempat tersebut dan  membawa mayatnya, mereka  menemukan sebuah surat kecil  dengan  tulisan" Lita  ko tegah."

Cerita  Fiksi

Penulis adalah Mahasiswa Papua di Surabaya

Popular Posts

Recent Posts