Bangsa dan Gereja yang terluka dan hidup dalam kemiskinan karena kebodohan para pendeta, pemimpin gereja dan sekolah-sekolah teologi sepanjang sejarah.
Para pendeta dan pemimpin gereja dan sekolah-sekolah teologi jangan terlalu sibuk bahas agama dan surga. Para pendeta dan pemimpin dan sekolah-sekolah teologi sejak dulu dari mimbar gereja memiskinkan dan melumpuhkan bahkan mematikan umat Tuhan dengan ayat-ayat Firman Tuhan.
Memang fakta, kebanyakan pendeta dan pemimpin gereja dan sekolah-sekolah teologi hidup miskin dan hidup tergantung dan beeharap dengan hasil persembahan dan persepuluhan.
Sesungguhnya dari mimbar para pendeta dan pemimpin gereja harus berkhotbah dan sekolah-sekolah teologi dua dimensi, yaitu dimensi rohani dan dimensi jasmani. Seperti Tuhan Yesus memberi makan 4000 sampai 5000 orang adalah dimensi jasmani. Dari mimbar harus melihat kebutuhan umat Tuhan secara utuh (holistik) bukan miring sebelah.
Mengapa mayoritas kebanyakan anggota jemaat dan pendeta dan pemimpin gereja hidup miskin? Karena para pendeta dan anggota jemaat selalu sibuk urus surga atau agama.
Menurut saya bahwa para pendeta dan pemimpin gereja yang sibuk berbicara surga adalah pendeta dan pemimpin gereja yang tidak mengerti tentang surga dan mereka sedang menyesatkan anggota jemaat.
"Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehebdak-Mu di bumi seperti di sorga". (Matius 6:10).
Ita Wakhu Purom, 21 Maret 2026
Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
0 comments:
Posting Komentar