Puisi Jumat Agung
03 Maret 2026
Di bawah bayang salib-Mu
aku berdiri diam,
hatiku penuh,
namun kata-kata hilang arah.
Bagaimana mungkin kujelaskan
perasaan yang menyesak dada ini?
Luka-Mu berbicara lebih keras
daripada semua bahasa manusia.
Di kayu salib yang kasar itu
Engkau tergantung antara langit dan bumi,
bukan sebagai raja yang dimahkotai emas,
tetapi sebagai revolusioner sejati
yang menantang ketidakadilan dunia.
Engkau radikal dalam kasih,
radikal dalam pengorbanan,
radikal dalam kebenaran
yang tidak tunduk pada kekuasaan.
Darah-Mu menetes
seperti tinta sejarah,
menulis kebebasan
bagi bangsa-bangsa yang tertindas.
Engkau tidak mengangkat pedang,
namun salib-Mu mengguncang dunia.
Engkau tidak memimpin pasukan,
namun pengorbanan-Mu
membangunkan hati manusia.
Ya Yesus,
hatiku gemetar memandang-Mu.
Rasa ini terlalu dalam
untuk diuraikan dengan kata-kata.
Di Jumat Agung ini
aku hanya bisa berlutut
di kaki salib-Mu,
diam…
namun percaya.
Karena Engkau telah mengorbankan jiwa-Mu
demi kebebasan,
demi kasih,
Demi bangsa Papau barat,
demi kehidupan bagi dunia.
Tags
Puisi
