Siapa yang Bangun Cepat, Dia yang Dapat Hasil

 

 


Satu burung kecil bertengger di dahan pohon pas di depan jendela kamar Vanessa. Itu burung menyanyi kuat skali, pas matahari pu cahaya kuning muda mulai muncul di ufuk timur.

"Aduh, suara apa itu e?" Vanessa mengeluh sendiri. Dia tarik selimut tutup kepala supaya tra dengar suara kicauan itu. Tapi percuma saja, dia tahu itu tra mempan. Suara burung yang kuat itu tandanya hari su pagi. Untuk kasih pasti lagi, Vanessa pu Mama ketuk pintu dua kali baru masuk sambil senyum. "Ayo bangun sudah, ko tukang tidur e," Mama bisik pelan. "Burung yang bangun pagi itu yang dapat ulat, ko tahu toh?"

"Ugh," Vanessa bicara tra jelas di bantal. "Maksudnya apa kah?"

"Itu cuma pepatah saja, Sayang," Mama jawab. Mama cium Vanessa pu pipi baru suruh dia bangun dari tempat tidur. Tapi Vanessa balik badan baru tidur lagi beberapa menit.

Vanessa jalan malas-malas turun ke bawah buat sarapan, makan pelan skali, sampai dia ketinggalan bus sekolah. Pas dia sampai di sekolah, guru su absen, jadi dia harus ambil surat ijin terlambat. Dia lewat pelajaran matematika bagian pertama, jadi dia tra mengerti apa-apa dan harus minta bantuan tambahan. Guru kasih dia tugas (PR) tambahan supaya dia betul-betul paham. Aduh, ini hari tra asik skali.

Besok paginya, Vanessa bangun lagi karena dengar suara burung yang sama. Kali ini dia tra cuek, Vanessa jalan ke jendela baru buka gorden. Cahaya matahari masuk penuhi kamar. "Halo juga, kawan kecil," dia bilang pas lihat itu burung cantik masih menyanyi senang di luar. Burung itu kaget dengar Vanessa pu suara, baru dia terbang turun ke rumput yang masih basah karena embun. Pas Vanessa lihat, itu burung miringkan kepala, tusuk dia pu paruh ke tanah basah, baru tarik keluar satu ulat yang goyang-goyang buat sarapan. "Hmm," Vanessa berpikir.

Dia sarapan cepat-cepat, dapat bus, dan jadi anak-anak pertama yang masuk kelas. Guru kasih ingat kalau tempat di Klub Robotik tinggal sedikit, jadi kalau berminat harus daftar sekarang juga. Vanessa minat skali! Dia tulis dia pu nama di salah satu slot terakhir baru dia senyum sendiri.

Pas jam makan siang, Vanessa habiskan makanan cepat jadi dia punya waktu ke perpustakaan. Ibu perpus lagi susun buku-buku baru yang baru saja datang. Salah satunya itu buku lanjutan dari cerita bagus yang Vanessa baru habis baca. Dia jadi orang pertama yang pinjam buku itu! Terus, pas guru olahraga minta sukarelawan, Vanessa langsung angkat tangan dan terpilih jadi kapten tim softball. Wah, ini hari betul-betul mantap skali.

"Wih, kayaknya ko pu hari hebat skali e, Vanessa," Mama bilang pas makan malam waktu Vanessa cerita semuanya.

"Iyo. Panggil sa 'Burung Pagi' sudah," kata Vanessa sambil ketawa lebar.

 

IPMANAPADODE SURABAYA

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPADODE) adalah sebuah wadah perkumpulan mahasiswa/i dari empat kabupaten di provensi papua tengah di antarany Kab.nabire, Paniai Dogiyai Deiyai yang di surabaya saat ini.Dulunya Perkumpulan ini bernama IPMANAPAN (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Paniai), Dengan adanya Pemekaran dua kabupaten yaitu Dogiyai dan Deiyai, Nama IPMANAPAN di Ganti dengan Nama IPMANAPADODE, Sehingga Nama ipmanapadode masih di gunakan sampe saat ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama