"Aduh, tra bisa begini. Trada," Thumbelina
menangis. "Sa tra mau kawin sama Tuan Tikus Tanah itu."
Chipper, tikus ladang itu geleng-geleng kepala. "Tapi
hari ini ko su harus kawin! Tra bisa lari lagi sekarang."
SWWOOOOOCCCCHH.
Burung Biru meluncur turun. "Thumbelina, sa pu sobat
baik. Su lama skali e. Ko apa kabar?"
"Burung Biru! Senang skali bisa lihat ko lagi,"
kata Thumbelina.
"Dia lagi susah ini," Chipper potong bicara.
"Dia dipaksa kawin sama Tuan Tikus Tanah."
"Hmm," Burung Biru menyipitkan mata sambil
berpikir sedikit. "Ko badan kecil skali, sa bisa bawa ko terbang di sa pu
punggung." Dia lalu merunduk rendah ke tanah.
Thumbelina langsung lompat ke punggung burung itu.
"Selamat tinggal Chipper. Sa bakal rindu ko."
Burung Biru dan Thumbelina pun terbang pergi.
Dorang terbang ke arah selatan sampai dapat satu taman bunga
yang cantik skali di pinggir danau besar. Burung Biru mendarat di satu pohon
bunga mawar putih yang bersih skali.
Tiba-tiba, satu bunga mawar terbuka lebar, dan di dalam situ
ada satu laki-laki kecil berdiri—dia agak besar sedikit dari Thumbelina. Dia
pakai mahkota emas dan ada sayap kecil juga.
Begitu dia lihat Thumbelina, dia langsung jatuh hati.
"Sa ini raja peri yang tinggal di bunga-bunga sini. Menikah sama sa,
kah?"
Thumbelina pu hati langsung senang skali. "Iya, sa mau
kawin sama ko!"
Burung Biru senggol Thumbelina. "Terus sa
bagaimana?"
Thumbelina senyum lebar skali. "Ko tinggal sama-sama
tong di sini toh."
Raja pegang Thumbelina pu tangan. "Ko akan jadi ratu
atas semua bunga-bunga ini, dan ko pu teman ini selalu boleh datang ke
sini."
"Woi peri-peri, keluar semua!" perintah raja.
"Tolong bikin sa pu calon bini mahkota emas kecil, baru bikin dia pu sayap
kecil dari kelopak mawar merah muda."
Ratusan peri kecil langsung keluar dari bunga-bunga. Dorang
terbang putar-putar di dekat Thumbelina, baru dorang hilang lagi.
Tra lama, dorang muncul balik.
"Ini ko punya," kata satu peri yang agak tua
sambil kasih mahkota ke Thumbelina. "Ko balik badan dulu, supaya sa bisa
pasang sayap di ko pu punggung."
"Aduh!" Thumbelina teriak kecil.
Peri tua itu ketawa. "Ups. Maaf e. Memang biasa begitu
kalau pasang sayap. Tapi sekarang su mantap sudah."
"Terima kasih," kata Thumbelina. Dia pakai dia pu
mahkota baru dia kasih goyang-goyang dia pu sayap.
Raja terbang ke bunga mawar yang lain. "Coba ko terbang
ke sini," dia panggil Thumbelina.
Thumbelina lihat raja, baru dia lihat ke bawah. "Sa
rasa sa tra bisa."
"Ko bisa!" kata raja. "Percaya diri saja.
Yakin kalau ko bisa. Ayo terbang sini."
Thumbelina kasih kepak sayap pelan-pelan. Dia lihat raja,
baru dia lompat dari mawar itu. "Sa terbang! Sa terbang!" Dia terbang
ke arah raja baru mendarat di sampingnya.
"Sekarang waktunya tong dua kawin." Raja tepuk
tangan. "Peri-peri, tolong bikin sa pu pengantin gaun dari kain sutra
kepompong ulat."
Peri-peri itu lari cepat ke sana kemari. Tra lama dorang
bawa gaun untuk Thumbelina.
Raja pegang Thumbelina pu tangan baru dia cium dia. Terus
dia angkat dorang dua pu tangan tinggi-tinggi. "Lihat kam pu ratu
baru!"
Peri-peri dorang bersorak-sorai sambil terbang putar-putar
dorang dua.
Thumbelina pu air mata jatuh karena senang. Dia lihat Burung
Biru, lihat peri-peri yang terbang itu, baru dia lihat raja. "Sa pu hati
rasa penuh skali (bahagia skali)."
