Jumat, 16 September 2022

Maria Bunga Kota Dingin

 

                                                                

(Foto Penulis)

        Di suatu  kota hiduplah Magapai tumbuh dari keluarga yang sederhana, hidup dan dibesarkan dalam kehangatan seorang mama. Magapai telah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) kini akan melanjutkan perguruan tinggi.Karena situasi covid-19  juga persoalan Papua yang memanas membuat Magapai mengambil keputusan untuk melanjutkan kuliahnya di Jayapura. Sebelum satu hari berangkat dia dibekali uang untuk masuk kuliah juga nasehat dari orangtuanya ,waktu terus berlalu tanpa disadari hari keberangkatan sudah tiba.Orangtuanya memberi salam berpisah, tanpa pikir panjang Magapai bergegas berangkat ke Jayapura menggunakan kapal  laut. 


    Sampai di Jayapura Magapai dijemput kakaknya mereka bergegas pulang ke asrama Nabire padang bulan abepura.Besoknya tanpa pikir panjang Magapai mendaftarkan dirinya di Universitas Sains danTeknologi Jayapura (USTJ).Seiring berjalannya waktu Magapai mulai mengenal kawan-kawan baru dikampus,Magapai juga sering ikut dengan teman-temannya ke  tempat tinggal mereka.Sampai suatu hari Magapai dalam perjalanan pulang ke tempat tinggalnya bertemu teman lamanya  Ata, terjadi percakapan diantara mereka: 

Magapai ''Selamat sore Ata,’’ tegur magapai sambil menggerakkan tangannya beri salam.

Ata ''eee yuma ko bisa disini tuu.’’

Magapai '' iyoo z habis kerja tugas dari teman pu asrama nii bru mo balik ke asrama nii,’’

(sambil menggerakkan tangan beri salam pada temannya Ata yang duduk disebelah Ata).

Magapai : '' iyoo sudah Ata z pulang dulu.

Ata : ''iyoo sudah daa Yuma.''

Sewaktu dalam perjalanan pulang Magapai penasaran dengan perempuan yang tadi duduk disebelah Ata. Magapai menanyakan kepada temannya yang kebetulan bersamanya.

Magapai : ''Eko ko kenal perem yang tadi tuu ka yang duduk sebelah Ata tu.’'

Eko : '' ohh itu z pu teman kami satu SMA.''

Magapai : '' Adoh kawan z suka dia demi z boleh minta dia pu nomor hp ka !.''

Eko : ''ahh sip kawan tapi sabar dulu eee z bilang de supaya de juga tau kalau ko ada minta nomor untuk kenal de lebih dalam.’’

Magapai : ''ahh siap kawan z tunggu dia pu jawaban.''

        Malam yang sunyi dihampiri angin malam yang menghembus dari berbagai arah seakan-akan menjadi informen bahwa Magapai akan mendapatkan nomornya dan mengenal lebih dalam hingga menjadi pacarnya hahahah.Malam yang terasa panjang membuat Magapai tidak tenang ,hari berganti  hari kian berlalu Magapai semakin fokus dan menghabiskan banyak waktu di kampus, asrama hingga organisasi.Disaat magapai lagi santai atau menyendiri selalu terbayang wajah  wanita kemarin masih membekas di hatinya.Tanpa pikir panjang Magapai langsung telpon temannya  Eko untuk menanyakan informasi mengenai  wanita yang membuat hatinya bergetar. 

Magapai : ''Halo Eko.''

Eko : '' weee kawan bagaimana.''?

Magapai : ''bahhh wan ko pu teman SMA tuu gimana.''?

Eko : '' ohh syg kawan de pu nomor ini ,de bilang suu punya pacar jadi kalau komunikasi sebatas teman saja.''

        Dengar jawabannya sempat membuat hati Magapai resah dan putus asa.Tapi itu bukan ujung dari perjuangan wanita idamannya.Magapai sudah terlanjur hanyut dalam rasa suka yang mendalam hingga hampir terjebak dalam cinta.Sepanjang malam Magapai selalu membayangkan akan kecantikan wanita itu bodinya yang pas-pasan senyumnya yang manis membuat magapai tidak berhenti dalam hangatnya mimpi untuk memilikinya.Dibawah sorenya langit Jayapura Magapai beranikan dirinya untuk komunikasi pertama dengan wanita idamannya. 

Magapai : ''Halo selamat  sore, saya yang sempat ada minta ko pu nomor lewat teman Eko (untuk sms gadis itu).

Maria : ''Ohh iyaa wan.''Jawab gadis itu.

Eko : ''Perkenalkan  z pu magapai.''

Maria : ''Ohh iyaa wan (sekali lagi jawab gadis itu).

Magapai : ''Klo boleh tahu ko pu nama siapa ee wan?'' (Tanya Magapai, diikuti dengan rasa cemas,takut hingga dibanjiri keringat hehehe).

Maria : ''Wan z pu nama Maria.''

Magapai : ''Ohh iyaa ko asal dari manakah klo boleh tahu?''

Maria : ''z asal dari wamena.''

        Keseringan chat diWhatsApp membuat magapai percaya bahwa sesungguhnya Maria ialah wanita yang tenang dan baik.Hari berganti hari banyak kesibukan kampus maupun luar kampus yang membuat Magapai menghabiskan waktu.Chat Maria jika lagi santai dan diwaktu yang pas.Dibawah langit holandia yakni Jayapura Magapai menaruh harapan yang besar bahwa suatu saat Maria akan menjadi miliknya, karena bagi Magapai Maria ialah sosok wanita kedua yang telah berhasil membuat nyaman hatinya setelah mamanya.Setiap kali Magapai bertemu dengan Maria hati magapai selalu berdebar Magapai ingin mengungkapkan perasaannya namun selalu diwaktu yang tidak cocok.Magapai sudah benar-benar hanyut dalam arus cinta yang tak terkendalikan,kini komunikasi mereka lewat media sosial tidak seindah  dulu lagi, Magapai sering chat melalui medsos namun tidak pernah dibalas.Hal ini membawa perasaan curiga,lapis khawatir yang muncul dihatinya hingga menimbulkan pertanyaan,kenapa Maria suu tramau balas z pu chat.''?  Banyak pertanyaan yang terlintas di pikirannya semenjak Maria jarang balas chatnya di WhatsApp .Chat demi chat dikirim oleh Magapai untuk Maria namun tidak pernah dibalas hanya dilihat,dibaca dan dibiarkan. Telpon juga tapi tidak pernah diangkat, berbagai cara dilakukan untuk memastikan keberadaan Maria hingga kini Magapai harus menanyakan Maria lewat teman terdekatnya Ata.

Magapai : ''halo Ata.''

Ata : ''juga yuma.''

Magapai : '' Ata Maria de di asrama baik-baik saja ka.''?

Ata : ''Ihh Yuma ko tra tanya dia langsung bru.''?

Magapai : ''Ata Maria de suu tra balas z pu chat di WA alee.''

Ata : ''Mungkin de lagi malas.''

        Jawaban Ata membuat Magapai pikiran dan sakit hati,tapi itu tidak patahkan semangatnya untuk mencari tahu keberadaan Maria dan alasan kenapa Maria tidak mau balas chatnya.Dibawah teriknya matahari menyinari bumi west Papua Magapai pulang dari kampus dan lagi terbaring ditempat tidurnya di asrama.Mendengar ada suara motor yang masuk melalui jalur samping asrama.

(Halo selamat siang.''Teriak keras dari luar)

Magapai : ''halo weee Daga ko dari mana.''?

Daga : ''kawan z dari rumah nii. Bahh kawan ko lagi pikir sesuatu ka?'' (temannya Daga mengetahui Magapai dari ekspresi wajah).

Magapai : ''Adoh demi kawan seperti begitu sudah.''

        Setelah Magapai ceritakan semuanya kepada temannya, Dagapun ingin membantu Magapai, kebetulan pacarnya Daga seasrama dengan Maria.Magapai yang putus asa kini mulai sedikit bahagia.Waktu terus berlalu angin malam memboncengi sedikit hujan membawa dingin dari alam, menusuk hingga ke dalam tubuh.Dihari itu di depan asrama yang bangunannya sudah tidak layak dihuni Magapai mendapat telepon dari temannya Daga.

Daga : "Halo  yuma.'' (Sapa Daga).

Magapai : ''Halo Daga.''

Daga : ''Yuma z mau kastau Maria pu jawaban nii.''

Magapai : ''Apa Daga Maria bilang apa,'' (dengan wajah yang penuh harapan akan jawaban).

Daga : ''Z pu pacar suu bilang sama Maria kenapa ko suu tra pernah balas Magapai pu chat,bru Maria balas, kami dua sering chat di WA tapi sekarang z su malas, karna de biasa minum, tidak kuliah baik, tempat tinggal saja tidak jelas.'' (Tutur Daga Sore itu).

        Mendengar jawabannya membuat Magapai pata hati,sedih lapis putus asa,Magapai hanya pikir dalam hatinya bahwa ''ohhh benar z nii tra pu motor,yang bisa ajak de jalan-jalan jadi de tra mau z, z lupa klo z nii punya keluarga ekonomi yang lemah jadi pantas klo de tra mau z, aduhh demi z  lupa klo  z mau makan di tanah rantau saja susah apalagi mau belikan de pu kesukaan sangat tidak mungkin,jadi pantas Maria tra mau z. Ini menjadi pelajaran kalau wanita yang kita suka dan cinta tak harus dimiliki pikir Magapai sambil menundukan kepala.''

Sabtu, 10 September 2022

Kamis, 08 September 2022

JAVAN DAN LITA

(Foto Ilustrasi Senja)

Lita : "Sayang, apapun yang terjadi z tetap  cinta ko." (Tutur Lita, sore itu disamping kiri auditorium Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ).)

(Javan mulai menaikan tangannya menghapus air mata Lita yang mulai berjatuhan membasahi tanah pertumpahan darah).

Javan : ''Sayang z juga demikian." (Sambil  menghapus air mata Lita.Sunset, mulai  membawa matahari, hingga gelapkan  langit  Papua negri pertumpahan darah, gelap mulai menghampiri mereka).

Lita : ''sayang suu mulai malam nii, z pulang  dulu  ee, Kami puu asrama pintu tutup jam delapan malam jadi."

Javan : '' ohh  sayang  benar, jalan  suu z  juga  sekalian  mau pulang  ke Asrama Nabire jadi."

    Mereka lekas pergi tinggalkan  kampus  hijau  itu, perbincangan singkat  tadi  masih  terbayang di benak Javan.Hingga sesampai di asrama,Javan mulai  berjanji  bahwa  akan  setia  sama  Lita, gadis yang  sempat  menggetarkan hatinya.Waktu  terus  berlalu,berhubungan  Lita  dan Javan sekampus, mereka sering ketemu  dikampus.Namun, karena kesibukan  kampus  dan lainnya mereka jarang  untuk  berbicara lama apalagi jalan berduaan. Setiap pagi Javan bersedia jalan kaki  melintasi  2,2km jaraknya untuk sampai  di  kampus  guna menyelesaikan  kewajibannya  sebagai Mahasiswa.Selain itu juga,Javan sering  luangkan  waktu  tigapuluh menit  hingga  satu  jam  untuk  menunggu Lita,yaa syukur-syukur kalau  Lita ke kampus kalau tidak yaa tahan  rasa  rindu  yang makin hari makin membara  dan resahkan hati. Mereka  sering  kasih kabar hanya lewat media sosial dan sering  jalan  kalau ada  kesempatan.Tapi itu tidak menjadi  hambatan bagi Javan, untuk gadis yang didambahkannya.Waktu  terus berlalu,tidak terasa empat tahun berlalu  kini  Lita telah wisuda.

Javan : "Sayang, cinta,  hormat ahh demi, selamat  eee atas wisudanya tetap jadi Lita yang  z kenal,tetap andalkan Tuhan  dalam segala hal,ingat sayang jadi orang yang  berguna bagi Tuhan, orang tua, dan orang lain." (Tutur Javan sambil menggenggam tangannya sambil berikan bunga dan pelukan dengan penuh kehangatan).

Lita : ''Say  makasih eee." (jawab Lita sambil  menangis  dan memeluk Javan, lelaki  yang  berhasil merebut hatinya.

    Hari  berganti  hari, musim  berganti  musim,  tapi tidak merubah perasaan Lita dan Javan, mereka hidup dengan  kasih, sayang, cinta dan saling percaya  antara mereka.

Javan : ''Sayang  tong  suu jalani  hubungan lama nii, z mau kasih kenal ko deng z pu ortu nii, gimana."?

Lita : ''Bisa sayang,kapan."?

Javan : ''Sayang liburan nii nanti tong  jalan ke z puu ortu di kampung."

Lita  ''Ok sayang."

    Desember  telah  tiba  Javan dan  Lita  berangkat menggunakan kapal laut. sesampai di kampung Javan mulai  kenalkan Lita dengan orangtuanya:

Javan : '' mama  selamat  sore." (tegur  Javan sambil mengetok pintu).

Mama : ''Javan ko suu tiba." (sambil menangis karena rindu untuk anaknya,  sudah  terbalas dengan kedatangannya).

Javan : '' Mama kenalkan ini z pu pacar."

Mama : '' halo anak mari masuk, anak punya  nama  siapa."?

Lita : ''mama anak punya nama Lita."

    Lita  dan  Javan  habiskan  libur  panjang  bersama  orangtuannya  di kampung dan  kini  mereka  harus  kembali  ke Jayapura,  kota  dimana  mereka  mengukir  banyak  kisa di sana.

    Sesampai di Jayapura, karena desakan  dari  kampus untuk Javan harus selesai  kuliah dalam waktu dekat, Javan  mulai  fokus kuliahnya.Karena banyak tugas  yang harus diselesaikan Javanpun jarang  kasih kabar untuk kekasihnya Lita. Dibawah rembulan malam kota Jayapura, Javan menelpon Lita namun, nomornya  tidak aktif. Berbagai cara  melalui  media sosial dilakukan untuk mengetahui  keberadaan Lita namun tidak ada  reaksi yang  memuaskan.Besoknya Javan pergi  ke tempat tinggal Lita namun, Lita  tidak  ada. Javan  pikiran, hingga  tidak  tidur  semalam karena memikirkan Lita. Waktu  terus berlalu, telah  tiba  harinya  dimana  Javan  menggunakan  toga.Banyak  selamat  diucapkan oleh keluarganya  juga  kawan-kawannya  untuk  wisudanya.Berhubungan dengan orangtuanya yang tidak bisa hadir karena  sudah tua tidak  bisa  jalan jahu.Javan  sangat mengharapkan kedatangan Lita, Javan coba menelpon Lita namun, nomornya tidak aktif.

Javan : "Sayang  z  wisuda hari ini." (sms Javan untuk Lita. Namun,  tidak  ada jawaban  dari  Lita). "Tuhan  jaga  Lita  diwaktu z tidak  bersamanya." (pikir  Javan  sambil  menundukan  kepala).

Bast : ''Halo kaka Javan selamat  malam, mobil  fortuner  putih, kayanya  mobil  pejabat  begitu  berhenti  depan  Asrama sini  baru  dia bilang surat ini tolong kasih  kaka Javan."

Javan : ''ohhh makasih dik Bast, dik yang kasih  z  surat  itu  perempuan ka  laki-laki."?

Bast : ''perempuan kaka, kayanya  kaka punya  pacar  klo tidak salah."

Javan  membuka  surat  itu dan membacanya :

''Javan  mohon maaf sebelumnya, terimakasih  sudah  ada untuk  z selama 6 tahun. Awalnya  z pikir  ko datang hanya  ingin lampiaskan nafsu dan hilang.  Namun, z pu feeling salah, ko sudah  ajarkan  z supaya lebih dewasa dalam  menilai sesuatu, banyak suka dan duka  kita telah lewati bersama, di cela-cela itu  apa  yang jadi z pu kekurangan ko  lengkapi dan ko pu kekurangan z lengkapi. Secara tidak  sadar, ko sudah ajarkan z untuk menjadi  perempuan  dewasa. Javan  z minta  maaf  z  tidak bisa  lanjutkan hubungan lagi deng ko, z pu ortu dong  marah  z, dong tra  setuju kalo kita menikah, z  pu ortu dong  su jodohkan z deng  orang  lain. Maaf  javan, maaf demi.


Javan  hari ini  ko  wisuda to, selamat  eee, maaf  z tra bisa datang di ko pu  acara wisuda. ohh benar z hampir lupa besok datang  eee di z pu hari  pernikahan, surat  undangan z ada lampirkan di belakang. Nanti kalau pulang kampung salam  mama  eee, bilang  dari  teman  perempuan."

    Membaca  surat  tersebut  Javan  patah  hati  dan  sangat  sedih. Semacam kapas  yang  terbang  dibawah angin, mulai hari itu Javan  tidak punya arah langkah  yang  baik seperti sebelumnya.


    Lewat  beberapa bulan Javan ditemukan  dalam  keadaan tak bernyawa, didepan  sebuah ruko di daeah Padang Bulan Abepura Jayapura. Banyak  botol  minuman  berserahkan di sekitar mayat  Javan saat polisi datang ke tempat tersebut dan  membawa mayatnya, mereka  menemukan sebuah surat kecil  dengan  tulisan" Lita  ko tegah."

Cerita  Fiksi

Penulis adalah Mahasiswa Papua di Surabaya

Selasa, 06 September 2022

IPMANAPADODE Kota Studi Surabaya Menyikapi Kasus Penembakan Di Paniai Papua

(Foto bersama saat pernyataan sikap) 

Koyaoo, Kohaa, Kosa Amakanie.


IPMANAPADODESBY.COM-Kami ikatan pelajar dan mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPADODE) kota studi Surabaya.

Menuntut dengan tegas kepada pihak militer Republik Indonesia untuk bertanggung jawab atas penembakan terhadap warga sipil di kantor bupati Paniai pada tanggal 05 juli 2022. Selain itu, perna terjadi juga pelanggarang HAM di paniai pada tahun 2014 yang belum diselesaikan sampai sekarang tahun 2022.


Bukan hanya itu, tetapi banyak pelanggaran HAM berat di papua yang belum diselesaikan. Maka dari itu, kami IPMANAPADODE kota studi Surabaya. mengambil sikap:

1. Militer Republik Indonesia harus bertanggun jawab atas penembakan di Paniai.

2. Mekcy Nawipa Bupati Paniai Segerah tangkap pelaku penembakan dan hukum sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.

3. Jokowi segerah tarik militer organik dan non-organik dari paniai dan papua.

4. Jika ada masalah di Papua, jangan mengedepankan militer, tetapi pendekatan yang sebagaimana semestinya.

5. Indonesia bertangungjawab atas pelanggaran HAM di seluruh tanah Papua sejak tahun 1963-2022.

Demikian pernyataan sikap kami Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPADODE) kota studi Surabaya.


Surabaya,10 Juli 2022


Reporter: BIRO PUBDEKSOK

Perayaan Hari Hut Ipmanapadode Surabaya Yang Ke-16 Tahun Dan Di Lanjutkan Dengan Pembubaran Panitia Natal Kota Study Dan Natal Se-Jawa Dan Bali

 

(Foto pada saat HUT IPMANAPADODE Surabaya)

IPMANAPADODESBY.COM Perayaan HUT yang Ke-16 Tahun IPMANAPADODE SURABAYA dirayakan secara inisiatif Bandan Penggurus Harian (BPH) lalu disepakati dalam forum bersama anggotanya dan dirayakan secara simbolis, agar roda organisasi selalu hidup dalam kerja-kerja bagan struktur yang ada untuk menciptakan manusia siap kerja dilapangan.

HUT yang ke-16 Tahun di buka oleh BPH IPMANAPADODE SURABAYA Stepanus Ukago dan dilanjukan dengan doa yang dipimpin oleh saudara Tedy, lalu lanjut dengan pengenalan sejarah singkat IPMANAPADODE SBY yang di jelaskan oleh Ketua BPH Stepanus sekalian masuk dengan pemotongan kue Ulang Tahun yang diwakili senioritas, anggota dan katua-ketua korwil dari 4 (empat) kebupaten antara lain Nebire, paniai, Dogiyai dan Deiyai untuk merayakan bersama sebagai tanda kesatuan kita, lalu Selanjutnya masuk dengan pembubaran Panitia Natal sekaligus memberikan mandat dari ketua Panitia Natal Alfian Adii kepada Ketua BPH Stepanus Ukago sebagai tanda bukti bahwa Panitia Natal Tahun 2019/2020 telah habis lalu masuk dengan doa penutup yang dibawa oleh saudara Daniel Gobay.



Sejarah Singkat


Mahasiswa asal Papua sudah lama tersebar diberbagai penjuru Indonesia bahkan ke luar negeri. Mereka pergi tinggalkan pulau Papua, orang tua, sanak-saudara dan kampung halaman sejak puluhan tahun silam. Hanya karena bertekad untuk menuntut / mengenyam ilmu di tanah orang (tanah rantau). Baik di kota-kota besar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi maupun di Pulau lain di seantero Indonesia bahkan di luar negeri. Mereka (red, mahasiswa-mahasiswi) itu adalah orang-orang yang punya semangat dan niat yang besar dan tinggi untuk mengejar impian / cita-cita mereka yang telah mereka damba dan tanamkan didalam lubuk hati mereka masing-masing walaupun mereka berasal dari keluarga yang keadaan ekonominya sangat lemah atau kecukupan. Begitupun juga di kota paling timur Pulau Jawa ini. Surabaya yang sering dikenal dengan Kota Pahlawan ini, mahasiswa Papua sudah ada sejak tahun 1980-90an yang bermarkas di sebuah gubuk kecil yang beralamat di Jln Kalasan No. 10 Surabaya (kini, Asrama Mahasiswa Papua, Kamasan III Surabaya) yang sudah menjadi milik Pemerintah Propinsi Papua sejak tahun 1990-an, yang Gedung asramanya telah dibangun oleh Pemerintah Propinsi Papua, sekitar tahun 2005-2006 lalu.


Mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di Surabaya berasal dari latar belakang yang berbedah. Baik dari daerah pantai (Pesisir) maupun juga yang berasal dari daerah pegunungan Papua. Namun, di hati mereka adalah ‘kami SATU, Papua. Walaupun sebelumnya ada dua ikatan baik itu Papua Pesisir maupun Papua Gunung. Dengan kuata mahasiswa yang tidak lebih dari 20-an (tahun 1980-1990an). Kekompakan dan persatuan serta rasa persaudaraan mereka pun sangat terlihat “kental.” Kekompakkan tersebut berjalan mulus tanpa ada perbedaan antara Papua Pantai maupun Papua Gunung.


Seiring berjalannya sang waktu, jumlah mahasiswa Papua di Surabaya pun semakin banyak. Semoga harapan mahasiswa Papua dari Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai di Surabaya bertambah terus dari tahun ke tahun. Namun yang terpenting disini adalah tanamkan rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan diantara mahasiswa IPMANAPADODE Surabaya itu sendiri dan saudara-saudara kita dari Papua lain tanpa ada perbedaan dari gunung maupun pantai dimanapun kita berpijak.


Kembali ke senior-senior kita dahulu, mahasiswa Papua yang berasal dari Pegunungan Papua (Paniai dan Jayawijaya, saat itu) pada masa berikutnya (sekitar tahun 1997) membentuk sebuah Organisasi yang mengikat mereka dengan nama Ikatan Mahasiswa Pegunungan Papua (IMPP) Surabaya, yang struktur kepengurusan organisasinya tidak dipilih namun berjalan lancar karena RASA MEMILIKI akan ikatan itu sangat besar dan sudah tertanam dalam hati mereka. Rasa ke-Papua-an mereka tidak terlepas / pisah juga dari saudara-saudara Papua dari pesisir. Mereka selalu aktif dalam berbagai kegiatan, baik di kampus masing-masing, maupun didalam ikatan itu sendiri bahkan didalam kegiatan-kegiatan Papua umumnya bersama saudara-saudara dari Papua lainnya, yang adalah SATU, Papua itu sendiri.


Salah satu kebanggaan bagi kita dari senior-senior IMPP di masa lalu adalah dengan semangat, usaha, kerja keras dan motifasi yang tinggi, mereka telah sukses menyelenggarakan kegiatan Natal Seminar dan Tahun baru Keluarga Besar Mahasiswa Papua yang pertama kali di Surabaya yang pesertanya berasal dari Mahasiswa Papua yang ada di Se-Jawa dan Bali ini pada tahun 1997/1998. Kegiatan itu pun diselenggarakan atas inisiatif senior-senior IMPP dengan menghimpun mahasiswa Papua lain yang sedang study di Kota Pahlawan, Surabaya saat itu. Abang – abang senior kita saat itu diantaranya Frans Pigome [di PTFI Mc Moran Amerika], dr. Alloisius Giyai [Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua] dan beberapa senior Mee lain bersama rekan-rekan mereka dari Jayawijaya dan Papua lain. Selanjutnya, karena Pemekaran Kabupaten, IMPP itu sempat bubar dengan alasan pada strategi dan taktik dalam kemudahan pengurusan administrasi dan kebutuhan Ikatan ke pihak pemerintah daerah masing-masing dari kedua kabupaten, walaupun bantuan-bantuan dari Pemerintah Daerah [Pemda] tidak ada sama sekali saat itu. Dengan demikian, pada tahun 1998, mahasiswa asal suku Mee dan Wate kembali memberi nama baru ikatan dengan Nama “Ikatan Mahasiswa Paniai [IKMAPAN]” yang anggotanya terdiri dari mahasiswa asal Suku Mee, Wate yang berasal dari Nabire dan Suku lain yang orang tuanya berdomisili di Nabire karena Nabire saat itu masih termasuk dalam Kabupaten Paniai, cuma Ibukota Kabupaten Paniai yang di Nabire [Kabupaten DATI II Paniai, Ibukota Nabire]. Saat itu pun Badan Pengurus Ikatannya masih belum jelas, namun mereka jalankan kegiatan ikatan itu dalam kebersamaan dan kekompakkan yang begitu kuat, mereka jalankan kegiatan bersama pula tanpa perintah hanya karena Rasa Memiliki akan Ikatan itu lebih besar.

STRUKTUR ORGANISASI

(Foto Bener Struktur IPMANAPADODE Surabaya)

STRUKTUR OEGANISASI 
IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA NABIRE-PANIAI-DOGIYAI-DEIYAI (IPMANAPADODE)
KOTA STUDI SURABAYA MASA BAKTI TAHUN 2022-2024 
 
PELINDUNG
1.    UGATAME

PENASEHAT
1.    SENIORITAS IPPMANAPAODE SURABAYA
2.    SESEPUH IPMANAPADODE SURABAYA

Popular Posts