Sapu Nama Papua

Oleh: Anak jalanan 

Kadang sa bingung, memang brat hanya untuk menyebut satu kata “Papua.”

Padahal sa ni orang Papua.

Sa lahir di Papua.

Sa besar di Papua.

Sapu darah pun Papua.

Tapi kenapa eeh, ketika sa mo sebut nama itu, ada rasa berat yang muncul dalam sapu diri?

Sa sendiri juga paling heran. Heran dengan sa sendiri.

Lalu sa mulai bertanya:

Siapa yang membuat sa takut untuk menyebut sapu nama sendiri?

Siapa yang membuat sa ragu terhadap sapu identitas sendiri?

Kenapa sapu nama tempat kelahiran sendiri terasa seperti sesuatu yang harus disembunyikan?

Dari situ sa mulai mencari tahu.

Semakin sa cari tahu, semakin sa melihat bahwa persoalannya bukan sekadar pada lidah yang sulit mengucapkan satu kata. Persoalannya ada di dalam pikiran, pada cara berpikir yang telah dibentuk oleh sejarah penjajahan, kekuasaan, pendidikan, bahasa, dan lingkungan tempat sa hidup.

Sa kemudian mengenal satu istilah yaitu “hegemoni.”

Sa mulai memahami bahwa kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk senjata. Kadang kekuasaan bekerja lebih dalam, yakni masuk ke dalam pikiran, membentuk cara melihat diri sendiri, bahkan membuat seseorang perlahan mempertanyakan siapa dirinya.

Dan ketika seseorang mulai lupa pada identitasnya, lupa pada sejarahnya, lupa pada martabatnya, maka penjajahan tidak lagi hanya terjadi di luar tubuhnya.

Ia mulai bekerja di dalam pikirannya.

Dari situ baru sa sadar....!!!

Mungkin selama ini bukan sa yang tra tahu sa ni siapa?

Mungkin sa hanya terlalu lama dibuat ragu, takut, trauma untuk mengenal sa ni siapa?

Hari itu juga sa berdiri dan kembali menyebut sapu nama yang dulu terasa berat:

“Sapu nama Papua.”

Sa ulangi lagi.

“Sapu nama Papua.”

Demi kali ini sa tidak menunduk.

Demi sa tidak lagi bertanya apakah sa boleh menyebut nama itu.

Karena memang sa sadar, mengenal identitas sendiri bukanlah sebuah kesalahan.

Baa... Memang sa orang Papua.

Sa tumbuh dengan cerita derita di Papua.

Sa tra lupa memoria passionis di Papua.

Baaa iyoto... sa berhak mengenal sapu sejarah, budaya, bahasa, serta martabat yang melekat pada sapu identitas itu.

Nama ku Papua.

Nama ku Bintang Kejora.

Demi itu bukan sekadar sebuah nama.

Tetapi sebuah pengingat bahwa sa tidak boleh kehilangan ingatan tentang diri sendiri, jati diri, identitas, martabat.

Sa ni orang Papua.

Sapu nama Bintang Kejora.

Sekilas Cerpen Fiksi

IPMANAPADODE SURABAYA

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPADODE) adalah sebuah wadah perkumpulan mahasiswa/i dari empat kabupaten di provensi papua tengah di antarany Kab.nabire, Paniai Dogiyai Deiyai yang di surabaya saat ini.Dulunya Perkumpulan ini bernama IPMANAPAN (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Paniai), Dengan adanya Pemekaran dua kabupaten yaitu Dogiyai dan Deiyai, Nama IPMANAPAN di Ganti dengan Nama IPMANAPADODE, Sehingga Nama ipmanapadode masih di gunakan sampe saat ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items

Sapu Nama Papua

Cerita pendek Judul: YUMA WAEE